home berbagi pengetahuan, berbagi ketidaktahuan, bersinergi untuk solusi
Kontak UGM
Username
Password

News

Australia melarang export sapi hidup ke Indonesia karena sapi-sapi itu diperlakukan buruk

8 Juni 2011 bookmark


Bambang N Prastowo/prastowo
Simak berita di ABC News ini.. Foto terlampir juga saya ambil dari berita tersebut. Apakah ini perang politik saja atau memang ada masalah serius di rumah-rumah potong kita? Halo teman-teman dosen/mahasiswa/alumni fakultas Peternakan, gimana nih?

Beberapa video di youtube memang ya bikin miris. Masalahnya itu di mana? Bagaimana kita bisa cek? Masalahnya bagi Australia, 75% export sapi diserap Indonesia sehingga urusannya juga panjang di sana. Namun demikian saya pikir teman-teman Fakultas Peternakan harus bisa membuat situasi ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas peternakan sapi di Indonesia.


(688) 9-6-2011 8:51 Agoes/sad_ewing:
  • Saya lupa, tapi pernah dikirimi email yang menyatakan cara penyembelihan yang menurut mereka berperi-kebinatangan adalah: disetrum, dibikin pingsan, baru dipotong.. Cara umum kita, langsung memotong di leher, (dengan basmalah), dianggap membuat mereka menderita.
  • Penelitian menggunakan alat-alat pembaca gelombang otak, mununjukkan hasil yang tek terduga: justru sapi-sapi yang dibuat pingsan terlebih dahulu, malah mati lebih menderita dengan terbacanya aktivitas kesakitan saat dipotong leher.
  • Berita dari ABC jelas tidak berimbang, sebab, saya juga rutin bekerja tahunan dengan para jagal yang sangat baik memperlakukan sapi potong. Berbanding terbalik dengan yang ditayangkan di YouTube itu: memang parah, Pak! Tega betul hewan yang sudah akan mati, masih pula digeret, ditendangi, dan tercekik-cekik. Rasul bahkan melarang orang mengasah pisau dan memotong hewan kurban di depan hewan yang masih hidup!
  • Dihentikannya ekspor itu seharusnya disyukuri, mengingat, ekspor sapi ke Indonesia, adalah salah satu 'prasyarat' perbaikan hubungan kita dengan mereka. Akibatnya? Usaha penggemukan sapi-sapi yang baru saja dimulai, itu mengalami kerugian sangat besar: Modal sapi 8 juta, berharap akan kembali jadi 16--32 juta, berakhir tragis, ketika sapi-sapi itu hanya laku 4--5 juta rupiah!
  • Australia, rasanya, dari dulu sampai sekarang senang sekali memprovokasi ke arah hubungan yang tidak nyaman. Entah apa mau mereka.


(264) 09-Jun-2011 08:57 sad_ewing: "Menyaksikan video itu, ingin saya sampaikan bahwa mereka jelas bukan orang-orang shaleh. Semoga mereka diberkahi hati yang baik dan kesadaran bahwa apa yang dilakukan pasti akan ada balasannya."
(266) 10-Jun-2011 19:44 angga_FS: "Kalau kayak gitu caranya, dagingnya halal gk....y
"
(273) 13-Jun-2011 13:41 adioranye: "Benar sekali mas Agus, alat yang digunakan untuk mengukur gelombang otak namanya ECG (Elektro Chepalo Graphy). Dan alat pemingsan yang digunakan namanya stunt gun, bisa dengan knok, atau electric (disetrum).

Dan memang betul sekali jika sapi yang dipinsankan dulu baru disembelih itu akan memiliki grafik ECG yang meningkat pada saat proses penyembelihan, selain itu proses bleeding (keluar darahnya) tidak sempurna betul jika dipinsankan terlebih dahulu. Sementara dalam syarat Islam adalah darah itu haram jika dikonsumsi, sedangkan cara penyembelihan mereka darahnya tidak keluar sempurna, kecuali terus digantung terbalik.

Saya dulu sewaktu praktikum di RPH (Rumah Potong Hewan), disana untuk menyembelih satu sapi sampai menjadi daging yang siap didistribusikan ke pasar itu hanya kurang lebih 5 menit saja, itu sudah dipotong, dikuliti, diambil jeroannya, sampai dipotong-potong. Bayangin saja kakinya pada saat dikuliti dan dipotong dagingnya masih gerak-gerak (karena adanya gerak tremor otot sebagai reaksi gula otot yang masih berjalan).

Jadi tidak boleh disamakan dengan pemotongan ternak ala jagal dengan pemotongan ternak menurut aturan Islam, pertanyaannya, bagaimana para jagal itu memahami Islam?

Aturan Islam sangat jelas, jika ternak yang dipotong dihadapkan ke kiblat, dalam artian terlentang dan diam, lha itu dipotong langsung dibiarkan berdiri. Terus sebelum dipotong, ternak diistirahatkan dulu (jangan disiksa atau disuruh bajak sawah, dll). Saya justru merasa bersyukur jika dengan adanya larangan sapi dari Australia ini akan mewujudkan swasembada daging sapi di Indonesia yang dari dulu hanya sebatas wacana saja. Saatnya menjadi bangsa yang mandiri dengan swasembada pangan."
(278) 15-Jun-2011 14:59 sad_ewing: "Setiap Idul Adha, saya menjadi jagal kambing dan sapi. Saya perhatikan betul, bahwa mereka memang jagal yang profesional, sehingga begitulah, satu sapi, mungkin hanya lima-15 menit proses pengolahannya.

Sangat disayangkan, umumnya mereka memang bukan orang yang taat dengan syariah. Saya bisa membayangkan begitulah perilaku jagal seperti yang terlihat dalam video yang ditunjukkan Pak Pras. Belum seberapa, mereka juga tidak perduli dengan darah-darah yang harusnya dibersihkan dari tubuh karena itu adalah najis.

Itu sebabnya, setiap idul qurban dan aqiqah, saya selalu berusaha 'mengkader' jagal-jagal baru: yaitu para sahibul qurban itu sendiri, terutama kepala keluarganya.

Jika hendak melihat jagal-jagal yang baik hati, cobalah mampir ke daerah Gamping atau Sodanten, misalnya. Mereka para penduduk asli yang sangat tertib menjalankan proses jagal sesuai syariah. Misalnya, untuk menjatuhkan sapi, yang mereka lakukan adalah mengarahkan posisi sapinya ke kiblat, melingkari perutnya dengan tali melewati punggung, sambil menepuk-nepuk kepalanya agar tenang, lalu tali ditarik, dan sapinya terduduk perlahan. Setelah itu baru mengikat kaki dan menyembelihnya dengan mata sapi yang tertutup.

***

Kabar terakhir, katanya, tidak semua ekspor dari Australia dihentikan. Mereka tetap punya kebutuhan devisa melalui itu, sekaligus memberi tekanan politis pada kita.

Kita memang masih perlu banyak belajar mandiri...

"


(687) 8-6-2011 14:32 Ahmad Rahma Wardhana/wardhanahmad:
sapi bisa menjadi solusi bg permasalahan energi indonesia, khususnya di sektor listrik dan gas.

Biogas dari kotoran sapi terbukti mampu digunakan sbg gas untuk memasak, gas untuk kendaraan bermotor, dan gas untuk generator (listrik).

So, rasio elektrifikasi RI yg msh belum mencapai 80%, bisa ditingkatan dg memberikan sapi dan sistem biogas! Tentu saja hal ini hanya bs dilakukan pd daerah-2 yg berpotensi air dan rumputnya, bkn daerah kering atau tandus.


(263) 08-Jun-2011 19:30 prastowo: "Saya punya teman yang memelihara sapi hanya untuk diambil kotorannya untuk biogas dan pupuk organik pertaniannya. Cuma masalah yang dibahas di sini adalah larangan export sapi hidup lantaran cara penyembelihan dianggap tidak berperikebinatangan. Giaman tuh?"

--
Silakan login untuk kirim komentar.
Belum punya ID? Dapatkan ID anda dengan mengisi Sign Up Form.

Tentang Kontak UGM


Silakan login untuk aktif diskusi. Belum punya ID? Klik Sign Up. Accout email @ugm.ac.id atau @mail.ugm.ac.id bisa langsung digunakan di sini.

Forum ini terbuka untuk semua orang bermisi memperkuat kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Curah Gagas/Ideas

Pendidikan karakter di usia SMA sederajat

Nurata
4 Maret 2017
Emosi marah tidak bisa di atur kalau kita tiadak mememahami bagainamana seseorang bisa marah. Selengkapnya »

Testing API Kontak

fatta syaiful amin
6 Januari 2015
Ini merupakan curgas pertama yang ddikirmkan menggunakan API. Selengkapnya »

Mengapa Harus Zotero?

Agoes
19 Oktober 2012


Pak, Bu, Adik
Mengapa Tim UGOS - BuGOS, selama sebulan ini memasyarakatkan pengelolaan si Selengkapnya »

Sudahkah Waktunya Kita Memilih SIPUS lain?

Agoes
2 Oktober 2012

Pak, Ibu, Kakang, Adik,
Saya membutuhkan bantuan Bapak dan Ibu semua untuk memberikan bantuan Selengkapnya »

Internet di desa, pentingkah?

dimas andriyanto santoso
10 Agustus 2012
Kemajuan teknologi sekarang ini semakin cepat. Teknologi berbasis jaringan cepat berkembang daripada Selengkapnya »

Kontak UGM, Belum Familiar?

dimas andriyanto santoso
5 Juli 2012
kontak.ugm.ac.id, merupakan situs jejaring sosial dari UGM. Mengapa situs ini kurang familiar di kal Selengkapnya »

Irshad Manji, "Gerakan Lesbianisme"

dimas andriyanto santoso
9 Mei 2012
Pernah dengarkah Anda tentang nama Irshad Manji? Selengkapnya »

"Aku Cinta Produk Indonesia"

dimas andriyanto santoso
1 Mei 2012
Ya, kata-kata yang sering kita dengar. Kata-kata itu sering di iklankan. Kebanyakan yang disoroti da Selengkapnya »

Kenaikan BBM, positif atau negatif??

dimas andriyanto santoso
28 Maret 2012
Kita ketahui bersama bahwa harga BBM Premium akan naik Rp 1500 per 1 April. Banayk terjadi aksi peno Selengkapnya »

KTM UGM multifungsi, keren!!

nisa agistiani rachman
15 Maret 2012
KTM sekarang udah bukan lagi sekedar kartu identitas bagi mahasiswa. Di UGM, fungsi KTM ini sangat w Selengkapnya »

Copyright (c) 2010 PPTIK UGM